Search Suggest

10 Tips untuk mempekerjakan Karyawan yang Tepat

infobursakerja.com

1. Tentukan Deskripsi pekerjaan sebelum memulai rekrutmen
Mempekerjakan karyawan yang tepat dimulai dengan analisis jabatan. Analisis tugas
memungkinkan Anda untuk mengumpulkan informasi tentang
● Tugas & Tanggung jawab
● Ketrampilan yang diperlukan
● Hasil kerja yang diharapkan
● Lingkungan kerja dari suatu pekerjaan tertentu
Informasi dari analisis jabatan merupakan dasar untuk mengembangkan deskripsi pekerjaan
untuk karyawan baru. Deskripsi pekerjaan membantu anda untuk merencanakan strategi
merekrut anda untuk mempekerjakan karyawan yang tepat.

2. Rencanakan Strategi Perekrutan karyawan Anda
Dengan deskripsi pekerjaan di tangan, mengatur pertemuan merekrut
perencanaan yang melibatkan karyawan kunci yang mempekerjakan
karyawan baru. Manajer mempekerjakan sangat penting untuk
perencanaan. Pada pertemuan ini, strategi merekrut Anda
direncanakan dan eksekusi dimulai. Tim yang telah bekerja bersama
sering dalam mempekerjakan karyawan sering dapat menyelesaikan langkah ini melalui
email.

3. Buatlah Checklist kerja Karyawan
Checklist ini akan membantu anda mensistemasi proses
perekrutan seorang karyawan. Tidak peduli ini perekrutan
pertama anda, untuk seorang karyawan ataupun banyak karyawan.
Checklist ini akan membantu proses rekrutmen anda dijalur yang
benar. Checklist ini juga membantu mengkomunikasikan informasi tentang status progress
proses rekrutmen baik kepada calon pekerja maupun kepada manajemen/atasan anda.

4. Rekrutlah orang yang TEPAT
Anda dapat membina hubungan yang baik dengan calon
pekerja yang potensial, jauh sebelum anda membutuhkannya
untuk dijadikan karyawan dalam perusahaan anda. Strategi ini
juga akan membantu anda mempunyai pool (daftar) kandidat,
sehingga ketika anda punya posisi kosong anda sudah langsung
punya daftar kandidat yang sebelumnya sudah anda maintain hubungan baik. Semakin panjang
banyak relasi anda dengan calon pekerja, semakin besar kemungkinan anda mendapatkan
kandidat yang berkwalitas untuk lowongan dimasa mendatang.

5. Analisa Resume & Lamaran kerja
Proses menganalisa Resume, Surat Pengantar, Surat Lamaran
Kerja dimulai dengan anda menentukan dan menuliskan
Deskripsi kerja. Bikin Daftar Karakteristik/Kualifikasi
yang paling diinginkan dari kandidat yang paling berkualitas
dikembangkan sebagai bagian dari proses perencanaan
perekrutan. Filter/saring semua pelamar yang tidak memenuhi daftar kualifikasi, ketrampilan,
pengalaman, dan karakteristik. Fokuskan pada calon pekerja yang paling berkualitas saat
mempekerjakan karyawan.

6. Sharing dulu via wawancarasingkat
kandidat anda via Telephone
Alasan yang paling penting untuk menyaring calon
karyawan sejak dini adalah untuk menghemat waktu
wawancara dan waktu panitia seleksi. Sementara kandidat
mungkin terlihat bagus di atas kertas, sebuah wawancara
kerja akan memberitahu anda jika kualifikasi mereka
benarbenar
cocok dengan pekerjaan anda. Selain itu,
dalam sebuah wawancara kerja, Anda dapat menentukan apakah harapan gaji mereka adalah
kongruen dengan pekerjaan yang anda tawarkan. Wawancaraawal
singkat via telepon juga
akan memperoleh bukti tentang apakah calon dapat tampil dalam budaya Anda atau
tidak.

7. Ajukan Pertanyaan Job Interview dengan baik
Wawancara kerja merupakan faktor yang kuat dalam mencari
calon karyawan. Wawancara kerja merupakan alat utama
perusahaan dalam perekrutan. Pertanyaanpertanyaan
wawancara kerja sangat penting dalam membantu Anda dalam
mempekerjakan karyawan yang tepat. Wawancara pertanyaan
yang membantu Anda calon diinginkan terpisah dari ratarata
calon mendasar ketika
mempekerjakan karyawan. pertanyaan wawancara kerja penting bagi pengusaha. Berikut
adalah contoh pertanyaan wawancara pekerjaan:

8. Periksa Latar Belkang & Referensi tentang Karyawan ketika hendak memperkerjakan.
Pemeriksaan latar belakang yang efektif adalah salah satu
langkah yang paling penting ketika mempekerjakan
karyawan. Anda perlu untuk memverifikasi bahwa semua
yang disajikan, kredensial sterling, keterampilan, dan
pengalaman yang benarbenar
dimiliki oleh calon
Karyawan anda. Memeriksa latar belakang harus
menyertakan referensi kerja, khususnya mantan supervisor, kredensial pendidikan, referensi
kerja dan pekerjaan aktual yang diadakan, dan sejarah kriminal. pemeriksaan latar belakang
lain ketika menyewa seorang karyawan, seperti sejarah kredit, harus secara khusus berkaitan
dengan pekerjaan yang Anda mempekerjakan seorang karyawan.

9. Perpanjang Penawaran Kerja
Surat tawaran pekerjaan yang diberikan kepada calon karyawan
yang telah Anda pilih untuk posisi itu. Paling sering, calon dan
organisasi telah secara lisan menegosiasikan kondisi
mempekerjakan dan surat tawaran pekerjaan menegaskan
perjanjian lisan tentang gaji dan tunjangan. Posisi lebih senior,
namun, penawaran pekerjaan semakin besar kemungkinan akan berubah menjadi sebuah
negosiasi berlarutlarut
tentang gaji, tunjangan, pemutusan hubungan kerja, potensi bonus,
uang pesangon, opsi saham, dan banyak lagi.

10. Gunakan Surat Kerja Efektif
Contoh surat kerja ini akan membantu Anda untuk
menolak calon karyawan, membuat tawaran pekerjaan,
karyawan menyambut, dan banyak lagi ketika
mempekerjakan karyawan. Gunakan contoh surat kerja
ini untuk mengembangkan surat kerja yang Anda
gunakan di organisasi Anda kalau mempekerjakan
karyawan

Post a Comment